Jumat, 05 November 2010

Teknologi Informasi Sebagai Keunggulan Kompetitif

MENGGUNAKAN TEKNOLOGI INFORMASI

UNTUK KEUNGGULAN KOMPETITIF

1. Lingkungan Perusahaan

Perusahaan dalam lingkungannya dan Sumber daya :

· Uang

· Material

· Personil

2. Keunggulan Kompetitif

Banyak cara untuk mencapai keunggulan kompetitif diantaranya:

1. menyediakan barang dan jasa dengan harga murah;

2. menyediakan barang dan jasa lebih baik daripada pesaing; dan

memenuhi kebutuhan khusus suatu segmen pasar tertentu.

Pada bidang komputer, “keunggulan kompetitif” mengacu pada penggunaan informasi untuk mendapatkan “leverage” di pasaran. Artinya, perusahaan tidak selamanya mengandalkan pada

sumberdaya fisik, tetapi pada sumber daya konseptual yang unggul data dan informasi yang dapat digunakan sama baiknya.

Beberapa perusahaan telah mendapatkan publikasi yang luas karena menggunakan informasi untuk mencapai keunggulan kompetitif.

Diantaranya : American Airlines dengan system pemesanan penerbangan “Sabre”; American Hospital Supply dengan jaringan EDI (Electronic Data Interchange); dan Mc Kesson

Drug dengan sistem distribusinya yang disebut Economost.

Ada 3 pokok penting mengenai 3 contoh keunggulan

kompetitif di atas :

a) Tidak satupun perusahaan di atas yang puas hanya

mengandalkan sumberdaya fisik untuk menjadi pesaing yang tangguh.

b) Tidak ada aplikasi komputer inovatif yang memberikan kompetitif bagi perusahaan secara terus menerus.

c) Ketiga perusahaan tersebut memusatkan sumberdaya informasi mereka pada para pelanggannya.

3. Sumberdaya Informasi

Sumberdaya informasi terdiri dari: perangkat keras komputer, perangkat lunak komputer, para spesialis informasi, pemakai, fasilitas, database, dan informasi. Perusahaan harus mengelola sumberdaya tersebut untuk mencapai hasil yang diinginkan. Untuk itu perlu manajer khusus

yang mengelola jasa informasi. Selama ini ada beberapa istilah yang lazim dikenal. Misalnya CEO (Chief Executive Officer) adalah orang yang memiliki pengaruh paling kuat dalam operasi

perusahaan, dan umumnya memiliki jabatan direktur utama atau ketua dewan direksi.

Beberapa istilah lain adalah CFO (Chief Financial Officer) dan COO (Chief Operating Officer). Untuk manajer jasa informasi dikenal istilah CIO (Chief Information Officer) yaitu manajer jasa informasi yang menyumbangkan keahlian manajerialnya bukan saja untuk memecahkan masalah yang berkaitan dengan sumberdaya informasi, tetapi juga area operasi

perusahaan lainnya. Seorang manajer jasa informasi dapat berperan sebagai chief

information officer dengan mengikuti saran-saran berikut:

a) Sediakan waktu untuk pelatihan bisnis, selain teknologinya.

b) Buat kemitraan dengan unit-unit bisnis dan line management;

jangan menunggu hingga diundang.

c) Fokuskan pada perbaikan proses dasar bisnis.

d) Jelaskan biaya-biaya IS dalam istilah-istilah bisnis.

e) Bangun kepercayaan dengan memberikan jasa IS yang dapat

diandalkan.

f) Jangan bersifat defensif.

4. Perencanaan Strategis

Perencanaan jangka panjang juga dikenal sebagai perencanaan strategis karena mengidentifikasi tujuan-tujuan yang akan memberikan perusahaan yang paling menguntungkan

dalam lingkungannya, serta menentukan strategi untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut.

Setelah rencana strategis ditetapkan, tiap area fungsional bertanggung jawab untuk mengembangkan rencana strategis mereka sendiri. Rencana-rencana fungsional merinci bagaimana area-area tersebut akan mendukung perusahaan saat perusahaan

bekerja menuju tujuan strategisnya.

5. Perencanaan Strategis Sumberdaya Informasi

Transformasi kumpulan strategi

Saat jasa informasi mulai mengembangkan rencana-rencana strategis, pendekatan yang dianjurkan adalah mendasarkan rencana tersebut pada tujuan strategis perusahaan, disebut

“kumpulan strategis organisasi”. Langkah kedua yang tersendiri, suatu rencana jasa informasi dibuat untuk mendukung tujuan perusahaan, disebut “kumpulan strategis SIM” yang

terdiri dari sejumlah tujuan, kendala, dan strategi. Pendekatan ini dinamakan “transformasi kumpulan strategi”.

Pendekatan SPIR

Solusi untuk masalah tidak memadainya sumberdaya informasi adalah “perencanaan strategis sumberdaya informasi” (strategic planning for information resources – SPIR), saat

perusahaan menerapkan SPIR, rencana strategis untuk jasa informasi dan rencana strategis untuk perusahaan dikembangkan secara bersamaan.

End-user computing sebagai masalah strategis

Tidak semua orang yang ikut dalam EUC memiliki tingkat pengetahuan komputer yang sama. Para pemakai akhir dapat dikelompokkan menjadi 4 :

1. pemakai akhir tingkat menu (Menulevelend-users)

2. pemakai akhir tingkat perintah (Command-levelend-users),

3. programmer pemakai akhir (End-user programmers),

4. dan personil pendukung fungsional (Functional support personnel).

Jenis-jenis aplikasi pemakai akhir

Sebagian besar aplikasi end-user computing dibatasi pada :

· Sistem pendukung keputusan yang relatif mudah (relatively easy DSS).

· Aplikasi otomatisasi kantor yang memenuhi kebutuhan

perseorangan.

Selebihnya adalah tanggung jawab spesialis informasi untuk bekerja sama dengan pemakai dalam mengembangkan: aplikasi SIM&SIA, DSS yang kompleks, aplikasi OA yang memenuhi

organisasional dan sistem pakar.

Manfaat End-User Computing

· Pemindahan beban kerja.

· Kesenjangan komunikasi.

Risiko End-User Computing

· Sistem yang buruk sasarannya.

· Sistem yang buruk rancangan dan dokumentasinya.

· Penggunaan sumberdaya informasi yang tidak efisien.

· Hilangnya integritas data.

· Hilangnya keamanan.

6. Konsep Manajemen Sumberdaya Informasi

Manajemen sumberdaya informasi (Information resources management – IRM) adalah aktivitas yang dijalankan manajer pada semua tingkatan dalam perusahaan dengan tujuan mengidentifikasi, memperoleh, dan mengelola sumberdaya informasi

yang dibutuhkan untuk memenuhi keperluan pemakai.

Elemen-elemen IRM yang diperlukan adalah :

a. Kesadaran bahwa keunggulan kompetitif dapat dicapai melalui

sumberdaya informasi yang unggul.

b. Kesadaran bahwa jasa informasi adalah suatu area fungsional

Utama

c. Kesadaran bahwa CIO adalah eksekutif puncak.

d. Perhatian pada sumberdaya informasi perusahaan saat

membuat perencanaan strategis.

e. Rencana strategis formal untuk sumberdaya informasi.

f. Strategi untuk mendorong dan mengelola end-user computing.

Perusahaan dan lingkungannya

Konsep manajemen pengetahuan sebagai keunggulan dalam bersaing telah lama dipopulerkan oleh para ahli manajemen. Oraganisasi harus secara efisien dan efektif dalam menciptakan, mengalokasikan dan mengangkap serta membagi pengetahuan dan keahliannya untuk mengaplikasikan dalam menyelesaikan masalah dan memanfaatkan peluang.penghargaan dan pelembagaan peran pengetahuan dan pembelajaran merupakan pendekatan yang efektif untuk membangun landasan kemampuan bersaing organisasi. Organisasi harus memanfaatkan pengetahuannya untuk membangun stategi. Untuk secara jelas menghubungkan manajemen dengan strategi, organisasi harus mengartikulasikan kemauan strategiknya, mengidentifikasi pengetahuan yang diperlukan untuk melaksanakan strategi yang diinginkan, dan membandingkannya dengan pengetahuan actual untuk menjembatani perbedaan strategik.

Perusahaan memiliki banyak hubungan terhadap pihak eksternal, hubungan ini dapat dilihat dan tercermin dalam berbagai macam hubungan yang terkait. Suatu perusahaan tidak dapat berdiri sendiri tanpa adanya kerjasama dan bantuan dari para karyawannya, supplier, pemegang saham, pelanggan, dan masyarakat. Dalam hal menigkatkan persaingan, suatu perusahaan juga butuh pesaing bisnis agar dapat lebih maju dan berkembang. Hubungan tersebut termasuk kedalam kebutuhan perusahaan akan uang, personil, dan material.

Keunggulan kompetitif

Suatu perusahaan pasti ingin memiliki suatu keunggulan tersendiri dibandingkan dengan para pesaingnya. Berbagai cara pastilah dilakukan, seperti halnya peningkatan mutu dan kualitas barang atau jasa, peningkatan pelayanan, penyediaan barang dan jasa yang lebih murah, dan lain-lain.

Pada bidang komputer, keunggulan kompetitif mengacu pada penggunaan informasi untuk mendapatkan pengaruh terhadap pasar. Perusahaan juga tidak selamanya hanya mengandalkan pada sumberdaya fisik, tetapi pada sumber daya konseptual yang unggul baik data dan informasi yang dapat digunakan harus sama baiknya.

Sumber Daya Informasi

Perangkat keras komputer, perangkat lunak komputer, spesialis informasi, user, data base, dan informasi merupakan suatu sumber daya informasi. Sumber daya informasi tersebut harus dikelola dengan baik oleh perusahaan untuk mendapatkan suatu hasil yang menjadi target perusahaan. Untuk itu diperlukan manajer khusus yang mengelola informasi tersebut.

CIO (Chief Operation Officer) yaitu manajer jasa informasi yang menyumbangkan keahlian manajerialnya bukan saja untuk memecahkan masalah yang berkaitan dengan sumberdaya informasi, tetapi juga area operasi perusahaan lainnya. Seorang manajer informasi dapat berperan sebagai CIO dengan mengikuti saran-saran berikut:

1. Sediakan waktu untuk pelatihan bisnis, selain teknologinya

2. Buat kemitraan dengan unit-unit bisnis dan line managemen

3. Fokuskan pada perbaikan proses dasar bisnis

4. Jalankan pada perbaikan proses dasar bisnis

5. Jelaskan biaya-biaya IS dalam istilah-istilah bisnis

6. Bangun kepercayaan dengan menberikan jasa IS yang dapat diandalkan

7. Jangan bersifat defensive

Perencanaan Strategis

Perencanaan jangka panjang perusahaan dalam mencapai tujuan-tujuan perusahaan, menentukan dan mengidentifikasi masalah-masalah yang akan terjadi di masa yang akan datang, untuk itulah diperlukanlah suatu perencanaan strategis. Setiap area-area fungsional perusahaan harus bertanggung jawab untuk mewujudkan dan mengembangkan strategis tersebut. Rencana-rencana fungsional merinci bagaimana area-area tersebut akan mendukung perusahaan saat perusahaan bekerja menuju tujuan strategisnya.

Konsep Manajemen Sumber Daya Informasi

Manajemen sumberdaya informasi adalah aktivitas yang dijalankan manajer pada semua tingkatan dalam perusahaan dengan tujuan mengidentifikasi, memperoleh, dan mengelola sumber daya informasi yang dibutuhkan untuk memenuhi keperluan pemakai.

Elemen-elemen yang diperlukan adalah:

1. Kesadaran bahwa keunggulan kompetitif dapat dicapai melalui sumber daya informasi yang unggul

2. Kesadaran bahwa jasa informasi adalah suatu area fungsional utama

3. Kesadaran bahwa CIO adalah eksekutif puncak

4. Perhatian pada sumber daya informasi perusahaan saat mambuat perencanaan strategis

5. Rencana strategis formal untuk sumbe daya informasi

6. Strategi untuk mendorong dan mengelola end-user computing

Keunggulan kompetitif perusahaan dapat dibangun di atas salah satu dari tiga disiplin nilai. Pertama, operasional prima (operational excellence). Perusahaan yang menggunakan strategi ini berupaya mencapai biaya paling efisien pada setiap proses bisnis yang menghasilkan kualitas jasa dan barang sesuai harapan pelanggan. Kedua, keakraban dengan pelanggan (customer intimacy). Perusahaan yang menggunakan strategi ini mempertahankan bisnis dengan menunjukkan pemahaman luar biasa pada kebutuhan dan harapan pelanggan melebihi rata-rata kompetitor. Ketiga, produk atau layanan yang senantiasa inovatif dan terdepan (product leadership).

Perusahaan yang menggunakan strategi ini membangun keunggulan kompetitif dengan terus-menerus menciptakan produk atau layanan yang paling canggih, paling baik, paling inovatif.
Manajemen puncak, manajer madya dan karyawan perlu memahami implikasi setiap strategi. Perbedaan tema strategi membutuhkan seperangkat indikator keberhasilan (key performance indicator – KPI) yang berbeda pula. Menjalankan bisnis seperrti biasa, akan mendapatkan hasil yang biasa-biasa. Menjalankan bisnis dengan luar biasa, dengan disiplin eksekusi strategi, akan memberikan hasil yang lebih baik


Pada perusahaan dengan orientasi operasional prima (operational excellence), pekerjaan rumah manajemen ialah memastikan seluruh karyawan untuk selalu berpikir mengenai efektifitas biaya. Apakah ada item biaya yang dapat dikurangi. Di mana terjadi pemborosan biaya. Bagaimana bila biaya dikalkulasi berdasarkan aktifitas (activity based costing). Pemicu biaya (cost driver) mana yang perlu distudi. Mana aktifitas yang tidak memberi nilai tambah. Aktifitas berbiaya (cost activities) mana yang perlu dihilangkan. Mana item biaya yang paling besar. Apakah ada kemungkinan aktifitas dikerjakan bersama-sama sehinga total biaya lebih murah (shared services, shared activities), dan seterusnya. HP secara disiplin menggunakan mainstream strategi ini. Maka kita melihat betapa harga printer dan PDA mereka meluncur turun untuk merangsek pasar.

Pada perusahaan dengan orientasi keakraban pelanggan (customer intimacy)
maka harus dipastikan semua karyawan memahami dengan benar arti penting pelanggan. Siapakah pelanggan. Bagaimana perilaku pelanggan yang dihadapi. Hal-hal apa yang paling disukai pelanggan. Apa yang membuat pelangan tidak puas dan lari. Bagaimana menciptakan customer delight. Bagaimana membuat pelanggan loyal. Bagaimana meningkatkan wallet share pelanggan. Bagaimana memaksimalkan profitabiltas pelanggan, dan seterusnya. Microsoft meluncurkan Windows XP berbahasa Indonesia.


* strategic Uses of Information Technology :


Perkembangan terbaru dalam technology informasi telah mengubah cara organisasi menjalankan bisnis.saat ini,perusahaan biaya mencatat keintiman dengan memanfaatkan internet dan mengambil keuntungan model bisnis baru seperti pelelangan dan perdagangan distribusi,namun banyak pimpinan senior tidak memiliki alat untuk menilai dan mengkomunikasikan dampak bisnis teknologi informasi yang dapat membawa organisasi mereka.
Dalam program ini CIO,CTO, dan manajer umum senior belajar untuk mengidentifikasi,menilai,dan mengkomunikasikan keunggulan kompetitif strategy yg di mungkinkan oleh technology informasi.


* Membangun Customer Focused Bisnis :


Memiliki daya saing yang tinggi, kini, bukan lagi sekedar kebutuhan, melainkan suatu keharusan. Karena, tanpa daya saing yang tinggi, mustahil suatu bisnis dapat bertahan, apalagi memenangkan persaingan. Tuntutannya menjadi sangat strategis, terutama bila eksistensi bukan merupakan pilihan yang diambil, tetapi memenangkan persaingan yang justru diharapkan untuk dicapai.

Untuk mencapai tujuan itu, semakin banyak perusahaan yang memutuskan untuk menerapkan TI secara lebih komprehensif, sehingga baik layanan pelanggan maupun proses bisnisnya sepenuhnya dengan mengandalkan TI. Penerapan TI secara luas, tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas kegiatan bisnis, melainkan lebih dari itu untuk mendukung pembuatan keputusan manajemen, yang memungkinkan mengambil keputusan-keputusan bisnis strategis.


Namun, persoalannya, penerapan TI tidak serta merta selaras dan efektif dalam mendukung peningkatan performansi bisnis. Karenanya, dengan mengadopsi manajemen performansi ( performance management ) sebagai suatu proses manajemen akan memungkinkan penyelarasan ( alignment ) antara bisnis dan TI, sehingga perusahaan mampu meningkatkan performansinya. Dengan lebih fokus dalam menyelaraskan antara orang, proses dan teknologi, maka hal itu akan membantu Anda dalam merealisasikan nilai investasi Business Intelligence (BI) dan kepentingan bisnis yang lebih spesifik.


Beberapa hal penting, yang sekaligus menjadi kepentingan strategis bisnis, yang seharusnya menjadi perhatian para pengelola bisnis, adalah: compliance management, profitability management, process improvement, cost management, performance improvement, dan business innovation . Karenanya, setiap perusahaan yang membutuhkan dorongan untuk menyelaraskan bisnis dan TI, serta menerapkan beberapa hal penting tersebut, seharusnya menerapkan metoda performance management yang tepat, sehingga dapat mencapai keberhasilan yang optimal.

* Value Chain & Strategic Informastion System :


Perkembangan Teknologi Informasi dewasa ini sangat cepat dan signifikan. Perkembangan ini menyebabkan perubahan peran teknologi pada dunia bisnis atau organisasi. Peran ini mulai dari efisiensi, efektifitas dan sampai ke peran strategik. Peran efisiensi yaitu menggantikan manusia dengan teknologi informasi yang lebih efisien, peran efektifitas yaitu menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan manajemen yang efektif. Dan sekarang peranan teknologi informasi tidak hanya untuk efisiensi dan efektifitas, tetapi sudah untuk strategik, yaitu digunakan untuk memenangkan persaingan. Karena perannya yang strategik, Teknologi Informasi juga disebut sebagai senjata strategik (strategic weapon), yaitu digunakan sebagai alat ampuh untuk berkompetisi dan bahkan saat ini juga teknologi informasi disebut sebagai enabler yaitu membuat organisasi mampu mendapatkan keunggulan kompetitif.


Pada era informasi ini kegiatan bisnis suatu organisasi tidak terlepas dari peran Sistem informasi (SI) dan Teknologi Informasi (TI), SI merupakan sarana andalan guna memenangkan persaingan dalam industri, membantu organisasi dalam mewujudkan efisiensi proses back office, meningkatkan kualitas layanan kepada konsumen, membantu mengambil keputusan, merencanakan ke depan, memperluas pasar, dan memasarkan produk.

Keunggulan bersaing organisasi yang didukung oleh sistem informasi tersebut harus disesuaikan dengan kematangan proses dan rencana bisnis organisasi ke depan guna memenangkan persaingan. Sistem informasi berfungsi sebagai sarana dalam membantu organisasi untuk merealisasikan tujuan organisasi tersebut. Organisasi perlu melakukan penggalian kebutuhan bisnis dan mengevaluasi sumber daya Teknologi Informasi (TI) hingga diperoleh peluang yang dapat dimanfaatkan dan dikembangkan oleh para pelaku yang terlibat dalam organisasi.

Persaingan ketat perguruan tinggi baik negeri maupun swasta dalam berkompetisi, tentu memerlukan suatu strategis yang mampu memenangkan kompetisi tersebut. STMIK Mikroskil adalah salah satu perguruan tinggi swasta yang saat ini mengalami pertumbuhan bisnis yang sangat cepat. Dalam upaya mencapai tujuan STMIK Mikroskil yang terumuskan dalam visi dan misi, memerlukan strategis bisnis maupun strategis SI/TI. Untuk memenangkan persaingan dalam kompetisi ini, STMIK Mikroskil merancang rencana strategis SI/TI yang selaras dengan strategis bisnis. Untuk membuat rencana strategis SI/TI yang baik diperlukan suatu kerangka kerja perencanaan strategis SI/TI yang dapat membantu mengoptimalkan peran strategis SI/TI organisasi dan meningkatkan nilai value bisnis serta menciptakan keunggulan kompetitif STMIK Mikroskil.

Konsep dasar yang digunakan dalam menyusun kerangka kerja Perencanaan Strategis Sistem Informasi dan Teknologi Informasi (SI/TI) pada sebuah perguruan tinggi ini adalah metodologi yang dikemukakan oleh John Ward dan Joe Peppard. Metode penelitian yang dilakukan yakni antara lain studi pustaka, melakukan pengamatan langsung terhadap kegiatan tridarma perguruan tinggi (khususnya dalam bidang pendidikan dan adminstrasi mahasiswa, adminstrasi keuangan dan adminstrasi personal) dan mengkaji dan menganalisis landasan teori yang digunakan dalam menyusun kerangka kerja rencana strategis SI/TI.


Kerangka kerja Perencanaan Strategis Sistem Informasi dan Teknologi Informasi (SI/TI) yang diusulkan terdiri dari 5 tahapan yaitu : tahap-1 adalah Inisialisasi persiapan Perencanaan strategis SI/TI, tahap-2, memahami kebutuhan bisnis dan informasi, tahap-3 menentukan target SI/TI, tahap-4 menentukan strategis SI/TI dan tahap-5 adalah rencana dan implementasi. Analisis strategis menggunakan metode analisis PEST, Analisis BCG Matriks, Analisis Lima Kekuatan Porter, Analisis SWOT, Analisis Value Chain, Analisis CSF dan KPI.


Hasil yang dicapai dari penelitian adalah membuat suatu kerangka kerja perencanaan strategi SI/TI yang terintegrasi sehingga memudahkan manajemen mengelola sumberdaya untuk menghasilkan informasi yang dibutuhkan, akurat, dapat digunakan secara bersama oleh semua pihak.


Kesimpulan yang didapatkan dalam hasil penelitian ini ádalah kerangka kerja perancangan rencana strategis SI/TI yang usulkan dapat diimplementasikan dan digunakan sebagai alat dalam merencanakan rencana strategis SI/TI STMIK Mikroskil pada masa yang akan datang.

* Re-engineering Bussiness Process :


Pada 1990, Michael Hammer, mantan profesor ilmu komputer di MIT, menerbitkan sebuah artikel pada Harvard Business Review, dimana disana ia menjelaskan tantangan besar bagi manajer adalah bagaimana menghilangkan pekerjaan yang tidak memiliki nilai tambah, daripada menggunakan teknologi untuk mendukung pengerjaannya. Pernyataan ini menuduh manajer telah fokus pada permasalahanyang salah, yaitu penggunaan teknologi tersebut pada umumnya, atau lebih spesifik lagi adalah teknologi informasi, yang telah digunakan untuk membantu pekerjaan lama bukannya untuk membuat pekerjaan tanpa nilai tambah menjadi hilang.
Pernyataan dari Hammer cukup sederhana : kebanyakan pekerjaan yang dikerjakan tidak memberikan nilai tambah bagi konsumen, dan oleh karenanya seharusnya dihilangkan. Perusahaan seharusnya menimbang proses mereka untuk dapat memaksimalkan nilai konsumen sementara meminimalkan konsumsi sumber daya yang diperlukan untuk menghasilkan barang dan jasa tersebut.

Meskipun dikritik sebagai Taylorism model baru, beberapa ahli manajemen seperti Peter Drucker atau Tom Peter menyarankan penggunaan BPR sebagai alat manajemen modern untuk memperoleh kesuksesan di duniayang dinamis ini. Perusahaan-perusahaan besar pun kemudian mengadopsi BPR ini karena telah lama merindukan pembaruan kompetensi karena beberapa lama ini terkikis pasarnya oleh saingan dari luar negeri.
Perusahaan seperti General Motors (GM), American Airlines, Ford, atau Procter & Gamble (P&G) telah membuktikan BPR sebagai tools untuk melakukan efisiensi serta efektivitas operasi. GM merombak sistem informasinya dengan hanya memakai satu jenis platform saja, HP untuk printernya, Microsoft untuk sistem, kemudian Novel untuk sekuritasnya. Dengan demikian General Motors melakukan penghematan lebih dari 50 persen untuk lisensi, kompatibilitas program, serta 10-25 persen untuk biaya pemeliharaan dengan menggunakannya ke seluruh organisasinya.

* Menciptakan Virtual Company :


· Membantu Untuk membangun sebuah Virtual Company, ada beberapa komponen yang dapat digunakan [11] , diantaranya :


· Email

· Hampir semua company menggunakan email dalam proses komunikasi, kapanpun dan dimanapun.

· Sistem yang otomatis dan mudah digunakan


· Menggunakan suatu apikasi sistem informasi yang bekerja secara otomatis untuk menggantikan pegawai secara langsung, dengan demikian waktu yang digunakan lebih efisien.

· Digital company

· Membuat elektronik company secara on-line.dengan system online , pegawai dapat bekerja kapanpun dan dimanapun.

. Monitoring

· Mempermudah memonitor apikasi situs web


· Infrastruktur

· Sarana infrastruktur akan dibutuhkan untuk menjalankan konsep sebuah VC.

· Motivasi

· Memotivasai user agar on-line

· user-friendly user memahami tools.

Senin, 25 Oktober 2010

Sistem Informasi Manajemen

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

1.1 SIM BERBASIS KOMPUTER

Sistem informasi manajemen berbasis computer terdiri dari manusia, perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), data, dan prosedur-prosedur organisasi yang saling berinteraksi untuk menyediakan data dan informasi yang tepat pada waktunya kepada pihak-pihak didalam maupun diluar organisasi yang berkompeten. Atau dapat juga dikatakan bahwa SIM berbasis computer adalah suatu SIM yang menempatkan perkakas pengolah data computer dalam kedudukan yang penting.

Cirri-ciri kemampuan computer dan kemampuan manuasia adalah sebagai berikut :

Kemampuan computer

Kemampuan manusia

Pengolahan cepat

Intuisi dan penilaian

Akurasi

Felksibilitas dan adaptasi

Kapasitas penyimpanan yang besar

Refonsif terhadap kejadian-kejadian yang tidak terduga

Efektif untuk tugas-tugas yang berulang-ulang (relatitif)

Pemikiran abstrak

Otomatis

Perencanaan dan penetapan tujuan (goal setting)

Dapat berfungsi hamper secara terus- menerus

Mampu mengenali pola tindakan

Teliti dalam mendeteksi situasi menyimpang

Mampu menetapkan prosedur dan control

Dapat diperbaiki dan ditingkatkan (up-grade)

Dapat mengemukakan argumentasi

Bekerja kalau hanya diperintah

Dapat membaca majalah “newsweek”

Alasan mengapa pentingnya pemakaian computer dalam SIM adalah bahwa teknologi otomatis melalui komputerisasi sudah tersedia dimana-mana dan dapat diperoleh dengan mudah dan murah. Akan tetapi harus diingat bahwa meskipun computer mampu melakukan hal-hal yang fantastis didalam mengolah informasi, penggunaan informasi itu tetap tergantung kepada manusianya. Secanggih apapun computer yang dipakai, apabila manusia tidak dapat memanfaatkan informasi yang dihasilkan, atau kurang mampu memanfaatkan computer secara optimal, maka system computer itu tidak akan banyak manfaatnya. Bagaimanapun computer adalah sebuah alat, dan keberhasilan penggunaannya tergantung penggunanya yaitu manusia.

Secara garis besar SIM berbasis computer mengandung unsure-unsur sebagai berikut:

1. Manusia. Setiap SIM yang berbasisi computer harus memperhatikan unsure manusia supaya system yang diciptakan bermanfaat. Hendaknya di ingat bahwa manusia merupakan penentu dari keberhasilan suatu SIM dan manusialah yang akan memanfaatkan informasi yang dihasilkan oleh SIM.

2. Perangkat keras (hardware). Istilah perangkat keras merujuk kepada perkakas mesin. Karena itu perangkat keras terdiri dari computer itu sendiri yang terkadang disebut dengan sentral processing unit (CPU) beserta semua perangkat pendukungnya.

3. Perangkat lunak (software). Istilah perangkat lunak merujuk kepada program-program computer beserta petunjuk-petunjuk pendukungnya. Yang disebut program computer adalah instruksi-instruksi yang dapat dibaca oleh mesin yang memerintahkan bagian-bagian dari perangkat keras SIM bebasis computer untuk berfungsi sedemikian rupa sehingga dapat menghasilkan informasi yang bermanfaat dari data yang tersedia.

4. Data. Data adalah fakta-fakta yang akan di buat menjadi informasi yang bermanfaat. Data inilah yang akan dipilahkan, dimodifikasi atau diperbaharui oleh program-program suapaya menjadi sebuah informasi.

5. Prosedur. Prosedur adalah peraturan-peraturan yang menetukan operasi system komputer.

1.1.1 PERANGKAT KERAS

1. Kategori computer

Menurut ukurannya atau kapasitasnya peragkat keras computer dapat digolongkan menjadi empat kategori yaitu :

a. Computer mikro (PC)

Computer kategori PC pertama kali dipakai pada tahun 1970-an setelah kemajuan teknologi memungkinkan ditempatkannya sebuah sirkuit

“otak” computer dalam sebuah chip ( keeping ) silicon yang sangat kecil. Computer PC generasi pertama hanya mampu menunjang pengolahan data oleh seorang pemakai individu (singe user) saja. Tetapi banyak PC yang sudah memiliki kemampuan menyaingi mainframe dengan kemampuan pengolahan datanya yang semakin besar.

b. Computer mini

Computer mini juga merupakan produk dar semakin kecilnya sirkuit perangkat keras computer yang pertama kali muncul pada tahun1960-an. Computer-komputer pada awalnya dipakai untuk aplikasi rekayasa dan penelitian.

c. Computer besar

Computer kategori ini berukuran besar dan relative lebih mahal. Dimaksudkan untuk melayani pengolahan data yang sangat besar sehingga system operasinya biasanya dikhususkan untuk pengolahan data secara timesharing. Computer besar lebih banyak digunakan oleh organisasi-organisasi pemerintah atau perusahaan-perusahaan beskala besar.

d. Supercomputer

Beberapa organisasi mungkin membutuhkan computer yang dapat bekerja dengan kapasitas, dan akurasi yang sangat tinggi. Tknologi morph yang di manfaatkan untuk membuat animasi film dan bidang pertahanan dan kemanan atau riset angkasa luar.

2. Central Processing Unit (CPU)

Inti dari setiap konfigurasi kompuet adalah unit pengolah pusat atau yang disebut sebagai CPU. Komponen-komponen dari suatu system computer dengan CPU sebagai intinya adalah sebagai berikut :

1. Input

Data yang hendak diolah dan instruksi-instruksi pengolahan diberikan kepada CPU melalui perkakas atau media input.

2. Output

Hasil akhir pengolahan data dari CPU ditulis pada berbagai bentuk media. Perkakas output yang kini banyak dipergunakan.

3. Control unit

Berfungsi untuk mengarahkan dan mengkoordinasi keseluruhan system computer dalam pelaksanaan instruksi-instruksi program.

4. Arithmetic Logic Unit (ALU)

Dapat diibaratkan kalkulator CPU. ALU berisi rangkaian elektronik yang bertugas melakukan operasi-operasi aritmetis seperti penambahan, pengurangan, pembagian, dan perkalian termasuk operasi logis seperti sama dengan, tanda lebih besar dan lebih kecil.

5. Primary Storage

Unit ini sering disebut main storage, internal storage atau memori. Sebelum suatu program dilaksanakan, control unit menetapkan instruksi-instruksinya tersebut dalam primary storage.

6. Bus

Yang dimaksud dengan Bus adalah serangkaian kabel atau jalur yang membawa data. Bus bertugas untuk mengalirkan data dari input primary storage, antar komponen-komponen CPU, atau dari primery storage ke output. Setiap jenis CPU memiliki spesifikasi arsitektur atau konfigurasinya masing-masing. IBM PC versi awal, misalnya memakai asitektur bus computer mikro dengan standar computer XT.

3. Penyimpanan (storage)

Ø Main memori

Memori utama sering disebut dengan main memori atau internal memory adalah penyimpanan yang dapat di akses secara langsung oleh CPU. Di dalam memori utama, data dan program disimpan sementara sebelum atau sesudah pengolahan selesai. Chip memori pada umumnya diidentikkan dengan random acces memory ( RAM ). Istilah random / acak dalam RAM mengandung arti bahwa computer dapat langsung mengakses alamat (address) yang dituju di dalam memori dan tidak identik dengan memori utama, sebab disket dan jenis-jenis penyimpanan sekunder yang lain juga dapat diakses secara acak.

Ø Disket

Disket disebut juga dengan floppy disk adalah media penyimpanan eksternal yang kini paling banyak dipakai untuk computer mikro. Terbuat dari pelat mylar yang dilapisi bahan yang dapat dimagnetisasi, sehingga dapat digunakan untuk menyimpan data elektronik. Data disimpan di dalam jalur-jalur (tracks) lingkaran konsentrik. Disket tersedia dalam ukuran 5,25 inci dan 3,5 inci. Mampu menyimpan data dari 350 kbyte hingga 1,4 mbyte.

Ø Harddisk / Fixed Disk

Karena daya muatnya yang jauh lebih besar dan harganya yang tidak terlalu mahal, banyak pemakai computer mikro juga memasang harddisk. Kapasitasnya berkisar antara 20 mbyte hingga 400 mbyte. Pemakai harddisk semakain meluas dengan munculnya program-program aplikasi baru yang hanya bias dijalankan pada harddisk.

Ø Compact Disk

Ada dua macam compact disk, yaitu Compact Disk Read Only Memory ( CD-ROM ) dan Write Once Read Many ( WORM ). Keduanya media ini agaknya akan memperoleh pasar cukup luas karena harganya yang semakin terjangkau sedangkan kapasitas dan kecepatan aksesnya semakin besar. Berlainan dengan media disket atau harddisk yang menggunakan jalur-jalur lingkaran konsentrik, compact disk menyimpan data di dalam jalur-jalur spiral yang sangat rapat dengan memanfaatkan teknologi laser untuk akses datanya. Akses data dengan CD- WORM relative lebih lambat jika dibandingkan dengan CD-ROM, tetapi biaya produksinya relative lebih murah. Karena pembacaan oleh sinar laser bersifat optis, maka compact disk disebut juga dengan Optical Disk atau Laser Disk. Sekarang ini sebuah CD-ROM sudah mampu menyimpan data hingga 700 Mbyte. Banyak vendor yang menyediakan layanan aplikasi database dengan memakai CD-ROM, terutama di bidang penerbitan dan dokumentasi. Data dan informasi pada CD-ROM ini kesemuanya dapat dicari dengan metoda full-text search , artinya kita dapat melihat halam per halaman terbitan sesuai keinginan.

Ø Microfische dan Microfilm

Informasi yang cukup besar dapat pula disimpan dalam lembaran-lembaran microfische atau gulungan microfilm, terutama untuk penyimpanan data dalam bnetuk citra ( image ). Microfilm yang berkafasitas besar memungkinkan pemakai mengakses data citra secaracepat dan mudah. Microfilm juga banyak dipilih sebagai penyimpanan yang permanen untuk informasi tercetak karena film lebih lama disbanding kertas. Dengan teknik computer output microfilm ( COM ), hasil-hasil pengolahan data oleh computer dapat ditransfer dalam bentuk miniature secara langsung dari microfilm atau microfische tersebut.

Ø Magnetic tape

Biasanya magnetic tape dipakai untuk computer-komputer mainframe. Kaset-kaset dan reels untuk tape kini sudah banyak yang diganti dengan tape cartridge, yang lebih praktis dan mampu menyimpan 10 hingga 60 Mbyte data. Seperti halnya pada magnetic disk , tape drive membaca atau menyimpan data sesuai dengan pola-pola bitmagnetik. Meskipun dapat digunakan secara praktis dan hrganya murah, kelemahan penggunaan magnetic tape adalah sulit untuk melakukan akses secara langsung.

4. Perkakas Input

a. keyboard

cara yang paling umum untuk memasukkan data ke dalam mesin computer, terutama untuk data yang berupa teks atau dokumen, adalah melalui papan-ketik ( keyboard ). Berlainan dengan keyboard konvensional pada mesin ketik manual, pemasukan data pada keyboard computer tidak memerlukan entakan yang kuat sebab yang diperlukan adalah kontak elektris, bukan kontak mekanis. Beberapa keyboard yang ditawarkan sekarang bahkan menjanjikan masukan data yang lebih cepat karena desainnya yang ergonomis dan menjamin efisiensi penngetikan. Keyboard konvensional pada umumnya disebut dengan QWERTY keyboard sedangkan bentuk yang ergonomis itu disebut dengan DVORAK keyboard. Dvorak keyboard menempatkan aksara-aksara yang paling sering dipergunakan pada jari-jari yang berada pada home row , sehingga pengetikan tidak memerlukan banyak gerkan jari-jari tangan.

b. Mouse, Joystikck, Trackball, Hand-held Terminal

Perkakas-perkakas ini dapat menggantikan sebagian dari fungsi keyboard dengan diciptakannya beberapa perintah ketikan dengan satu tombol saja. Dengan menggerakkan mouse di atas bantalannya, pemakai computer dapat memindah-mindahkan posisi kursor pada perintah –perintah pilihan pada layar CRT ( Cathode Ray Tube ), dan satu sentuhan pada tombol akan melaksanakan perintah tersebut. Joystick kebanyakan dipakai pada video game, berbentuk tongkat pendek yang dapat digerakkan ke kiri-kanan dan muka belakang. Ada dua macam joystick : proporsional dan biner. Joystick tidak banyak dipergunakan dalam pemasukan data yang kompleks. Tracball adalah sebuah buletan yang ditanamkan pada sebuah kotak ( casing ) computer. Pemakai dapat memutar-mutarkan bulatan tersebut kesegala arah dan dengan kombinasi tombol pada keyboard perintah dapat diberikan sesuai pilihan. Trackball menguntungkan karena resolusinya yang tinggi, penempatan lokasi kursor hanya dengan menyentuh, dan arah gerakkannya tidak terbatas. Pada ruangan desk- top yang terbatas, trackball merupakan pengganti mouse yang sangat baik. Hand- held terminal pada dasarnya adalah entry unit yang bersifat portable, dapat dibawa kemana-mana, apabila operator pemasuk data bekerja tidak menetap di belakang meja. Hand-held terminal sangat praktis bagi pekerja-pekerja di rumah sakit, di lantai busra efek, atau di tempat- tempat yang situasi pekerjaannya membutuhkan mobilitas tinggi.

c. Light Pen

alat yang biasanya terhubung dengan terminal computer untuk dipakai pada pemasukkan data aplikasi khusus. Pangkal light pen dihubungkan dengan terminal melalui kabel. Ujungnya yang seperti sebuah bola metal mengandung elemen fotosensitif yang dapat berfungsi untuk melakukan pemasukan data. Ketika ujung pena menyentuh layar tampilan, ia akan mengubah arus listrik sedemikian rupa sehingga mencatatkan data yang ingin dimasukkan. Biasanya lisht pen dipergunakan dalam pekerjaan – pekerjaan rekayasa dan asitektur karena alat ini sangat tepat untuk membuat desain mobil, mesin-mesin, atau bangunan. Desain itu dapat digambar pada layar CRT dengan mempergunakan light pen dan seorang insinyur dapat memasukkan desain yang telah dibuat ke dalam system untuk pengolah lebuh lanjut, misalnya untuk analisis rancang bangun.

d. Digitizer

Digiter adalah alat yang sangat efesien untuk memasukkan data yang berupa gambar, peta, bagan, atau lambing-lambang sehingga data tersebut dapat disimpan dalam bentuk sinyal-sinyal elektronik computer. Ada berbagai macam bentuk digitizer yang dapat dipergunakan sebagai alat pemasukkan data. Tetapi pada intinya perkakas digitezr digunakan berdasarkan prinsip yang sama, yaitu menerjamahkan data yang tercetak dalam kertas ke dalam bentuk memori computer untuk disimpan dan nanti dapat diakses atau dicetak kembali ke dalam kertas bilamana dipergunakan.

e. Bar Code Reader

Alat ini dipergunakan untuk membaca dari lambang ( dalam hal ini berupa tanda garis-garis tegak/ bar code ) ke dalam computer. Di dalam organisasi bisnis, bar code reader banyak dipergunakan di supermarket dengan menghubungkannya dengan terminal POS dan cash register. Industry grosir internasional telah memilikistandar bar code yang terdaftar dalam Universal Product Code (UPC)untuk hampir semua produk di supermarket. Dengan adanya pengolahan transaksi melalui terminal poin-of-sale, para petugas counter supermarket dapat mencatat item barang yang terjual beserta harganyadengan mempergunakan sebuah terminal computer kecil saja. Selain itu inventarisasi atas barang dapat dilakukan secara real-time. Kini bar code reader juga banyak digunakan dalam bentuk-bentuk layanan umum modern. Perpustakaan modern sudah banyak yang melaksanakan pelayanan peminjaman buku yang terkomputerisasi. Buku-buku perpustakaan ditempeli dengan bar code untuk maksud pencatatan peminjaman atau pengembalian buku secara tercepat.

f. OCR/OMR/MICR

Optical Character Recognition ( OCR ) adalah salah satu cara pemasukan data yang paling awal bagi system pengolahan data computer. Data dicatat di atas kertas dalam lambang-lambang yang secara optis dapat dibaca oleh OCR. Bentuk lambang-lambang itu bermacam-macam, bias berupa tanda-tanda blok, angka, atau aksara khusus. Pembaca OCR melakukan pelarian (scanning) terhadap lambang-lambang tersebut dan membandingkannya dengan pola-pola aksara yang di ketahui oleh computer. Optical Mark Recognition (OMR) juga merupakan scanner yang banyak digunakan untuk penilaian hasil tes atau registrasi data. OMR bekerja dengan membaca data yang terdapat pada tanda-tanda yang telah ditentukan dengan format tertentu, biasannya dengan menggunakan pensil 2B. Mangnetic Ink Character Recognition ( MICR ) biasanya dipergunakan di dalam pekerjaan perbankan, khsusnya untuk melakukan otorisasi cek. Apabila sehelai cek hendak dicairkan atau didepositkan di bank, pegawai bank yang menerimacek tersebut terlebih dahulu harus memastikan bahwa jumlah yang ditulis di dalam cek telah terdapat di dalam kode data yang terdapat dalam aksara-aksara MICR. Sebuah perkakas keyboard yang disebut magnetic character enscriber dipergunakan untuk melakukan pengkodean tadi. Cek-cek kemudian membacanya secara elektronis. Pernyataan-pernyataan dari bank, baik mengenai penambahan deposit, pemindahan giro, transfer, dsb kemudian dipersiapkan dari data yang diberikan pada magnetic tape pada saat penyortiran data selanjutnya.

g. Touch-Sensitive Screen

cara yang paling mudah bagi pemakai data atau informasi yang berada di laur jangkauan perkakas system informasi adalah dengan memanfaatkan teknologi layar sentuh ( touch sensitive screen). Berkat teknologi touch sensitive sreen, membrane konduktif, serta pelarian sinar infra merah, data dapat di masukkan dengan lebih efesien. Di dunia bisnis dan perdagangan yang membutuhkan transaksi-transaksi cepat, pemakai computer dapat mengakses data tanpa tergantung kepada keyboard atau perkakas masukan data lainnya.

5. Perkakas Output

Output data dapat dibedakan menjadi dua, yaitu hard copy dan soft copy. Hard copy adalah hasil cetakan pada media cetak, biasanya berupa kertas. Soft copy adalah hasil cetkan yang tersimpan di dalam computer atau media penyimpan eksternal dan dapat diakses kembali bilamana diperlukan. Perkakas output yang banyak dipergunakan adalah sebagai berikut :

a. Printer

Perlu diingat perkakas printer mestinya hanya dipergunakan kalau memang diperlukan output tercetak yang hendak diarsipkan untuk waktu yang cukup lama. Untuk tampil data sesaat, tampian di dalam layar computer sudah cukup.

Mengenai penggunaan printer, sekarang ini sudah tersedia beraneka ragam printer yang ditawarkan di pasaran. Pada dasarnya ada dua macam kategori printer : impact dan non-impact. Printer impact meliputi jenis-jenis printer dot-matrix, daisywheel, line, atau chain. Semua printer semacam ini menggunakan martil pencetak untuk menghasilkan entakan aksara pada kertas, seperti halnya sebuah mesin ketik manual. Kecepatan cetaknya berkisar antara 10 hingga lebih dari 800 aksara per detik. Teknologi yang digunakan pada non-impact printer berupa : thermal, ink-jet, laser, ion deposition, heat transfer, dan electrophotografhic. Printer thermal, ink-jet dan laser memperoleh pangsa yang cukup luas di pasaran karena harganya yang makin murah, tidak berisik dan kualitas cetakannya yang makin baik. Pencetakan ink-jet dan laser merupakan teknologi pencetakan berkisar antara 6 hingga 150 pagina per menit.

b. Plotter

Plotter berfungsi untuk menerjemahkan sinyal-sinyal dari CPU menjadi garis-garis atau kurva yang “ tergambar “ di atas kertas. Ada dua jenis plotter yang beredar di pasaran : pen plotter dan alectro static plotter. Pena yang dipergunakan pada pen plotter dapat berupa ujung nylon, ball point, liquid ink atau liguid ball. Sejumlah pin dipergunakan untuk menghasilkan efek warna yang berlain-lainan. Electrostatic plotter menggunakan teknologi non –impact printer untuk membuat plot-plot pada kertas yang berotasi secara teratur. Sejauh ini electrostatic plotter belum bisa manghasilakan cetakan yang berwarna, meskipun kualitasnya cetakannya sudah sangat baik.

c. Facsimile

Facsimile adalah salinan teks, dokumen atau grafik yang dikirim secara elektronis dari satu lokasi yang lain. Transfer data ini tidak memerlukan lagi pengetikan atau konversi data lagi. Yang menarik dari perkakas facsimile adalah bahwa dia dapat bekerja secara cepat, akurat dan biaya operasional nya cukup murah. Mesin facsimile pada dasarnya terdiri dari sebuah mesin fotokopi yang diperlengkap scanner. Perkakas scanner melarik dokumen, mengkonversi data citra ke dalam sinyal-sinyal elektronik, dan kemudian mengirimkannya melalui jaringan telepon atau satelit ke perkakas facsimile lainnya di tempat lain yang kemudian mengkonversi kembali menjadi hard copy.

1.1.2 PERANGKAT LUNAK

Perangkat lunak ( software ) adalah serangkaian instruksi yang dapat dipahami oleh perangkat keras pengolah data atau computer sehingga perangkat keras itu dapat melaksanakan pemrosesan data sesuai yang di kehendaki. Orang hanya akan dapat menggunakan sebuah sistem computer untuk melakukan pengolahan data tertentu apabila pekerjaan pengolahan data itu sendiri dapat diinstruksikan kepada computer dengan perintah-perintah yang terjabar dalam bahasa pemrograman. Karena itu dalam banyak kepustakaan tentang SIM, perangkat lunak disamakan dengan bahasa pemrograman ( programming languae ). Sedangkan bahasa pemrograman itu sendiri pada intinya berisi serangkaian aturan-aturan yang memungkinkan instruksi-instruksi tertentu dapat dilaksanakan oleh computer. Secara umum tahapannya adalah sebagai berikut :

1. Perancangan Program

Pada tahapan ini, para analis system dan programmer memulai pekerjaan mereka dengan merumuskan spesifikasi program yang hendak disusun antara lain meliputi keinginan-keinginan dari para pemakai (user) tentang cara pengolahan data yang akan dibuat. Teknik-teknik pemrograman mutakjir memungkinkan logika pemrograman dari proses pengolahan data yang dapat dirancang dengan metode-metode tertentu antar lain : metode tidak terstruktur (unstructured programming), metode terstruktur ( structured programming) dan metode pemrograman yang berorientasi pada objek (object-oriented programming). Identifikasi atas program yang tidak terstruktur biasanya ditulis mula-mula dengan menggunakan pendekatan linier terhadap pemecahan masalah. Dalam hal ini satu instruksi yang diikuti oleh instruksi yang lain ditentukan hingga suatu kondisi tertentu dicapai. Setelah itu, logika program mungkin akan bercabang ke bagian program yang lain yang juga merupakan serangkaian perintah pengolahan data.

Pemrograman terstruktur dilakukan dengan asumsi bahwa setiap program computer yang dilakukan untuk mengolah data akan berjalan melalui serangkaian proses yang serupa. Karena itu, perancangan program secara terstruktur menggunakan kode-kode yang pada dasarnya mengidentifikasi tiga hal yaitu : urutan perintah (sequence), pemilihan (selection), dan pengulangan (repetition, iteration). Sequence adalah urutan normal dari pelaksanaan suatu kode program, biasanya terdiri dari jumlah kode perintah untuk dilaksanakan oleh computer. Dengan kata lain, sequence adalah suatu tatanan perintah untuk computer yang formatnya sudah tertentu untuk setiap bahasa pemrograman. Selection adalah salah satu dari dua atau beberapa alternative dari sequence dapat dilakukan. Pemilihan alternative perintah sequence itu dilakukan berdasarkan persyaratan tertentu. Didalam program selection biasanya ditandai oleh perintah IF, THEN, ELSE. Sedangkan iteration merupakan instruksi-instruksi sequence yang diulang sepanjang syarat yang ditentukan belum berubah. Perintah-perintah iteration biasanya ditandai oleh perintah DO-WHILE, (dalam bahasa pascal), GO TO dan GOSUB (dalam bahasa basic) atau PROCESSING-ROUTINE (bahasa cobol).

2. Penulisan Program

Di dalam penulisan program computer untuk menciptakan proses pengolahan data yang sesuai kebutuhan manajemen, para programmer biasanya diharuskan untuk bekerja di dalam tim guna menyamakan persepsi dan aplikasi teknis dari program-program yanghendak disusun. Pembuatan program itu sendiri akan memerlukan konsentrasi dan perhatian penuh dari para analis system atau programmer dalam organisasi supaya program yang dihasilkan benar-benar mampu memenuhi kebutuhan pengolahan data yang efesien. Pembuatan program secara mandiri terkadang memerlukan waktu dan biaya yang cukup banyak. Itulah sebabnya banyak organisasi sekarang ini yang lebih memilih untuk membeli perangkat lunak yang sudah jadi yang ditawarkan oleh banyak vendor. Namun kadang-kadang masih banyak aspek-aspek teknis pemakaian program yang tidak mampu menjawab kebutuhan pengolahan data atau program paket dari vendor itu sendiri mungkin tidak mudah untuk dioperasikan atau tidak user- friendly, sehingga banyak organisasi yang masih tetap merasa perlu untuk mengerahkan programmer-programer mereka sendiri.

3. Pengujian dan Debugging

Pengujian adalah upaya untuk menjamin bahwa perangkat lunak yang telah dibuat benar-benar dapat dijalankan sesuai yang dikehendaki dan sesuai dengan kebutuhan organisasi. Ada dua macam pengujian yang dilakukan yaitu: pengujian program ( program setting), dan pengujian system ( system testing). Debugging adalah suatu proses atau kegiatan untuk menemukan kesalahan (errors) di dalam program-program computer serta mengoreksinya sesuai dengan kaidah pemrograman yang benar.

4. Dokumentasi dan Pemilihan

Dokumentasi pemrograman yang cermat sangat diperlukan sebab kebanyakan kegiatan pemrograman merupakan kerja tim (tem effort). Dokumentasi yang baik akan menjamin bahwa tugas-tugas coding yang diberikan pada programmer dapat diselesaikan segera sesuai dengan modul yang ditugaskan kepadanya. Untuk menunjang komunikasi yang baik antara para programmer, yang penting diperhatikan adalah bahwa mereka harus mengikuti standar yang sama untuk desain program maupun dokumentasinya. Metode-metode yang seragam harus digunakan didalam penyiapan bagan-bagan struktur, bagan arus, pseudocode, dan dokumentasi lainnya.